Puluhan Motor Warga Hangus di Gunung Eteng Sumenep, Polisi Selidiki Asal Api
- Mohammad -
- 20 Aug, 2026
Kebakaran tersebut sontak membuat warga pemilik kendaraan panik. Pasalnya, sepeda motor yang terbakar merupakan kendaraan yang sehari-hari ditinggalkan warga di lokasi parkir tersebut sebelum mereka melanjutkan perjalanan menuju permukiman.
Camat Kangayan Nurullah mengatakan, parkiran di kawasan tersebut memang biasa digunakan warga. Kondisi geografis menjadi salah satu alasan warga memilih meninggalkan sepeda motor di atas Gunung Eteng.
“Karena untuk dibawa ke pemukiman itu jalannya susah. Harus melewati jalan bertangga. Bisa sih dibawa ke bawah, tapi susah dan membutuhkan waktu cukup lama. Akhirnya banyak yang diparkir di atas,” ujar Nurullah, Kamis malam.
Menurut dia, sebelum kejadian, sebagian pemilik kendaraan datang ke lokasi untuk mengikuti lomba gerak jalan di wilayah Kecamatan Kangayan.
Karena tiba menjelang magrib, mereka kemudian memarkir sepeda motor di tempat yang selama ini biasa digunakan.
“Karena datang menjelang maghrib, akhirnya diparkir di tempat biasa. Selang beberapa waktu, tiba-tiba mereka mendapat kabar motornya terbakar,” katanya.
Nurullah menyebut, berdasarkan informasi awal, 27 sepeda motor milik warga setempat terbakar hingga ludes. Namun, data kepolisian kemudian mencatat jumlah kendaraan yang terdampak mencapai 28 unit.
Yang membuat warga bertanya-tanya, api diketahui sudah membakar kendaraan ketika pemilik motor tidak berada di lokasi.
“Di situ tidak ada api, tahu-tahu sudah terbakar. Kami belum tahu kronologi, motif dan pelakunya. Saya sudah koordinasi dengan pihak kepolisian,” ujar Nurullah.
Kapolsek Kangayan Willy Amrul mengatakan, polisi telah mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat.
Pihaknya memastikan situasi di lokasi masih kondusif. Polisi kini melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran.
“Situasi dan kondisi sementara di lapangan masih kondusif. Kami sedang melakukan penyelidikan,” kata Willy.
Humas Polresta Sumenep Ipda Ardan juga membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan laporan sementara yang diterima kepolisian, sebanyak 28 sepeda motor terbakar.
“Laporan sementara terkait terjadinya kebakaran sepeda motor di parkiran Desa Tembayangan, tepatnya di parkiran milik warga Desa Tembayangan di atas Gunung Eteng,” ujar Ardan.
Ia mengatakan, lokasi parkir tersebut berada cukup jauh dari permukiman warga. “Adapun jumlah sepeda motor yang terbakar keseluruhan sebanyak 28 unit,” katanya.
Hingga kini, polisi belum menyampaikan penyebab kebakaran. Aparat masih mengumpulkan keterangan dan melakukan pendalaman untuk mengetahui dari mana api pertama kali muncul.
Peristiwa tersebut menyisakan sejumlah pertanyaan. Selain kerugian material yang dialami pemilik kendaraan, warga juga menunggu kepastian mengenai penyebab kebakaran.
Wakil Ketua DPRD Sumenep M Syukri meminta kepolisian mengusut kejadian tersebut secara menyeluruh.
Menurut dia, penyebab kebakaran perlu dipastikan agar tidak berkembang menjadi spekulasi di tengah masyarakat.
“Tentu kami prihatin dengan kejadian ini. Kami berharap peristiwa tersebut diusut secara tuntas sehingga penyebab terbakarnya puluhan sepeda motor dapat diketahui,” ujar Syukri.
Ia berharap penyelidikan tidak hanya berhenti pada pendataan jumlah kendaraan yang terbakar. Jika nantinya ditemukan adanya unsur kesengajaan, aparat diminta mengungkap pelakunya dan memprosesnya sesuai hukum.
Di sisi lain, kepastian penyebab kebakaran juga penting bagi para pemilik kendaraan yang kehilangan sepeda motornya. Terlebih, lokasi tersebut selama ini menjadi tempat parkir yang digunakan warga karena akses menuju permukiman relatif sulit.
Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti total nilai kerugian akibat kebakaran tersebut. Polisi juga belum mengungkap apakah kebakaran dipicu korsleting, kelalaian, atau faktor lain.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *

